Category: PPDS



Pada hari Sabtu, 15 Maret 2014, Bagian kardiologi & Kedokteran Vaskular FK Unand mengadakan pengabdian masyarakat yang bertempat di Puskesmas Lubuk Buaya. Acara ini merupakan yang kali ketiga diadakan setelah sebelumnya diadakan di daerah Pariaman dan Payakumbuh. Acara ini merupakan bentuk komitmen dari bagian Kardiologi & Kedokteran Vaskular  untuk melayani masyarakat yang membutuhkan sekaligus sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai perlunya pengetahuan mengenai penyakit jantung. Karena harus diakui bahwa penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner dan gagal jantung, masih menjadi penyakit penyebab kematian nomor 1 yang tidak hanya di Indonesia saja tapi juga di dunia. Dengan kecenderungan angka kejadian yang semakin meningkat dan beban ekonomi yang berat yang dirasakan oleh keluarga penderita dan juga negara. Acara pengabdian masyarakat ini sendiri juga menunjukkan bahwa Bagian Kardiologi & Kedokteran Vaskular FK Unand juga telah menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara komprehensif.

Acara pengabdian masyarakat ini dumulai dengan seremonial yang diadakan di kampus Kedokteran Fakultas Kedokteran Andalas diamana rombongan dilepas secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran FK Unand Dr.dr. Masrul, M.Sc, SpGK.

IMG_7790 (1024x683) IMG_7794 (1024x683) IMG_7799 (1024x683) IMG_7801 (1024x683)

Di Puskesmas Lubuk Buaya, acara pengabdian masyarakat ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc, dimana dalam sambutannya beliau menyambut baik acara ini dan mngharapkan acara pengabdian masyarakat untuk terus berlanjut di masa depan.

IMG_7858 (1024x683) IMG_7865 (1024x683) IMG_7884 (1024x683) IMG_7881 (1024x683)

Agenda dari acara pengabdian masyarakat ini selain dari acara penyuluhan, juga diisi dengan pemeriksaan jantung secara menyeluruh. Termasuk diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan elektrokardiografi dan pemeriksaan labor sebelum nanti peserta setelah menjalani pemeriksaan tersebut bisa berkonsultasi langsung kepada dokter spesialis jantung dibantu oleh dokter residen Bagian kardiologi & Kedokteran Vaskular. Dengan konsultasi langsung yang lebih dalam ini diharapkan para peserta akan mendapatkan gambaran jelas mengenai kondisi kesehatan jantungnya dan mendapat saran untuk mencegah timbulnya sakit jantung serta juga pengobatan yang diperlukan. Terkait dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, hasil dari pemeriksaan ini akan didata, diteliti dan diolah serta diharapakan akan memperlihatkan kecenderungan tren dari penyakit jantung khususnya di daerah Lubuk Buaya dan sekitarnya sehingga dapat dipakai untuk mempersiapkan strategi yang lebih spesifik oleh pihak-pihak terkait untuk tidak hanya mengobati tapi juga mencegah terjadinya penyakit jantung di Sumatera Barat.

IMG_7907 (1024x683) IMG_7913 (1024x683) IMG_7919 (1024x683) IMG_7926 (1024x683) IMG_7992 (1024x683)

Semoga kegiatan pengabdian mayarakat bisa terus berlanjut dan tidak hanya berhenti di daerah Pariaman, Payakumbuh dan Padang saja, tapi jua nantinya akan merambah sampai daerah-daerah lain di Sumatera Barat khsusnya. Tidak lupa rasa terimakasih kami haturkan sebesar-besarnya kepada Puskesmas Lubuk Buaya yang telah membantu kami dalam melaksanakan pengabdian masyarakat ini.

VIVA KARDIOLOGI!!!!

IMG_8016 (1024x683)


Minggu, 9 Februari 2014, keluarga besar Perki cabang SumBar berkumpul di kediaman Ketua Perki cab SumBar, dr. Muhammad Syukri, SpJP (K). Acara ini merupakan salah satu bentuk keakraban untuk memperkuat tali silaturahmi dari keluarga besar Perki. Semoga acara keakraban yang baru terlaksana untuk kali pertama dapat terus diadakan.Sampai jumpa di arisan Perki berikutnya!IMG_3004 IMG_3008 IMG_3016 IMG_3018 IMG_3029 IMG_3031 IMG_3037 IMG_3038


Pada hari Selasa, 26 November 2013, sekali lagi Bagian Kardiologi & Kedokteran Vaskular RSUP Dr. M. Djamil/Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dengan bangga melepas salah satu anak didiknya, dr. Eka Fithra Elfi, untuk menjadi Spesialis Jantung & Pembuluh Darah secara resmi. Acara brevet ini berlangsung meriah, dihadiri oleh keluarga dr. Eka Fithra Elfi, para staff dari Bagian Kadiologi & Kedokteran Vaskular, pimpinan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, dan jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil Padang, dan juga para tamu undangan lainnya.

Acara brevet ini sekaligus menjadi bukti bahwa Bagian Kardiologi & Kedokteran Vaskular RSUP Dr. M. Djamil/Fakultas Kedokteran Universitas Andalas berkomitmen untuk terus mencetak dokter-dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah yang dapat melayani masyarakat yang membutuhkan.


DSC_0193
DSC_0085 DSC_0091 DSC_0093 DSC_0082 DSC_0101 DSC_0102 DSC_0105 DSC_0110 DSC_0119 DSC_0148 DSC_0144 DSC_0146 DSC_0186 DSC_0202 DSC_0195

Sekali lagi…

 

SELAMAT KEPADA dr. EKA FITHRA ELFI, Sp.JP.

 

Semoga dr. Eka Fithra Elfi, Sp.JP dapat terus mengenban amanah untuk dapat mengabdikan dirinya demi kepentingan bangsa, negara dan masyarakat.

 

Perjuangan baru dimulai…………….

 


CORONARY ARTERY DISEASE IN WOMEN: ASSOCIATION BETWEEN CLINICAL PRESENTATION, RISK FACTORS, AND CORONARY ANGIOGRAPHIC FINDINGS

Indry Putri Festari, Susiyanti, Eka Fithra Elfi, Yerizal Karani, Muhammad Syukri, Masrul Syafri

Division of Cardiology and Vascular Medicine, Faculty of Medicine Andalas University General Hospital of Dr. M.Djamil Padang

 

Abstract

Background: Coronary artery disease (CAD) is the primary cause of deaths in the women. CAD represents 23% of all death in women. Risk factors carry different predictive value in women.

Objective: Evaluate association clinical presentation, risk factors, and coronary artery disease in women.

Methods: This case control study conducted women undergoing coronary angiography within January to December 2012 at hospital of Dr. M. Djamil Padang. Clinical presentation, risk factors and angiographic data were collected from medical record. Statistical comparison was performed using Student t-test or chi-square, using SPSS 18. Association between risk factors and CAD were analyzed by univariate and multivariate analysis. P<0,05 was considered statistically significant.

Results: We found 67 women undergone coronary angiography, 20 patients without obstructive CAD and 47 patients with obstructive CAD. Mean age was 59,13±9,13 years, half of them had stable angina pectoris, and T inversion. Risk factors were more prevalent in those with obstructive CAD. Diabetes and hypertension had significant association to obstructive CAD. Diabetes had independently association to CAD (OR 9,87 CI 1,07-90,69 P=0,043), and hypertension (OR 6,543 CI 1,70-25,19 P=0,006). Family history of premature CAD, dyslipidemia, smoker and menopause were low association to CAD among women.

Conclusion: Most of women were referred because of stable angina pectoris. Women with obstructive CAD had more risk factors than without CAD. Association of diabetes and hypertension with CAD was significant. Diabetes was the strongest risk factor of CAD in women.

Keywords: coronary artery disease, women, risk factors, angiography

Corespondend : indriputri@yahoo.com


PPDS Jantung juli 2013PPDS


THE CHARACTERISTIC OF ACUTE CORONARY SYNDROME ACCORDING TO AGE GROUP ON WEST SUMATERA PEOPLE

Bobby Arfhan Anwar, Tia Febrianti, Deddy Kurniawan , Yerizal Karani, Muhammad Syukri, Masrul Syafri

Division of Cardiology and Vascular Medicine, Faculty of Medicine, Andalas University

General Hospital of Dr. M. Djamil Padang

Abstract

Background: Certain ethnic groups may have higher risk of cardiovascular disease than others. In Indonesia especially west sumatera, ACS in different age group has not been extensively studied.

Objective: The purpose of this study was to evaluate the prevalence of various risk factors, to know the type of ACS and the extent of CAD by coronary angiography in young age, middle age and older age.

Methods: Data from patients with ACS who were admitted to DR.M.Djamil Hospital between Januari 1,2012 – Desember 31, 2012 were collected. The authors divided patients into three age categories < 45 years (young age), 45-65 years (middle age), >65 years (older age). Risk factors, Body Mass Index, Type of ACS, Angiography finding of the 3 age groups were analyzed.

Result: Older and middle age patients were more likely to get NSTEMI, while STEMI more prevalent in young patients. Dyslipidemia and family history of CAD were an important cardiovascular risk factors in young patients (p=0.04, p=0.002), while diabetes and hypertension more frequent in older patients (p=0.08) . The prevalence of obesity among young patients with ACS were highcompare with middle and older age (p=0.004).Incidence of one vessel disease in young ageand multivessel disease in older age were statistically significant (p=0,004).

Conclusion: On West Sumatera people, dyslipidemia, obesity and family history are an important risk factors of ACS in young patients differs from those in elderly counterparts, while middle and older age patients were  likely to present with NTSEMI and multivessel disease on angiography.

Keywords:ACS,Age,Angiography

Correspondend: Bobbyarfhananwar@gmail.com

 

 

 


Patofisiologi Toksisitas Digitalis

Putri Mardhatillah, Herlambang Zaputra

Hampir semua jenis kelainan irama jantung (disritmia) dapat terjadi akibat keracunan digitalis. Walaupun tidak ada disritmia yang patognomonik untuk intoksikasi digoksin, toksisitas harus di curigai ketika terdapat peningkatan automatisitas dan depresi terhadap konduksi. Dasar dari disritmia ini adalah pengaruh komplek dari digitalis  terhadap elektrofisiologi jantung, serta melalui hasil kumulatif dari tindakan langsung, vagotonik, dan antiadrenergik dari digitalis.

Mekanisme Kerja Digoksin :

- Hambatan langsung ikatan membrane sodium dan potassium teraktivasi adenosine

triphosphatase (Na+/K+ -ATPase),  menyebabkan kenaikan konsentrasi kalsium intraselular.

- Lambatnya peningkatan kalsium kedalam sel selama potensial aksi ; akibat dari masuknya

kalsium kedalam sel  saat ini menyebabkan timbulnya plateau pada potensial aksi.

Image

Efek digoksin bervariatif dan berbeda tergantung dosis dan tipe jaringan jantung yang terlibat.  Atrium dan ventrikel memperlihatkan otomatisitas dan eksitasi yang dihasilkan dalam bentuk ekstrasistol dan takidisritmia. Kecepatan konduksi menurun pada miokard dan jaringan nodal, meyebabkan perpanjangan PR interval dan AV-blok yang disertai dengan pemendekan QT interval.

Sebagai tambahan dari efek ini, efek langsung dari digitalis terhadap repolarisasi sering terefleksi pada ECG dalam bentuk kekuatan yang berlawanan antara ST segmen dan T wave langsung terhadap kekuatan QRS. Manifestasi awal yang terlihat pada ECG sebagai efek dan keracunan digitalis biasanya dimediasi oleh peningkatan tonus vagal. Awal intoksikasi akut, depresi SA atau fungsi AV node dapat di atasi dengan Atropin.

Irama ektopik, seperti Nonparoxysmal junctional takikardia, ekstrasistol, premature kontraksi ventrikel, flutter dan fibrilasiventrikel, flutter dan fibrilasi atrial dan bidirectional ventrikel takikardi-disebabkan peningkatan otomatisitas, reentri atau keduanya.

Bidirectional ventrikel takikardi adalah karakteristik khusus dari parahnya toksisitas digitalis dan merupakan hasil dari perubahan dalam konduksi intraventricular, junctional takikardi dengan aberan konduksi intraventrikular, atau, jarang, pacemaker ventricular alternative. Dapat juga terlihat  depresi dari atrial pacemaker yang  menyebabkan  SA beristirahat . Bentuk lain dari SA blok, AV blok dan sinus exit blok meyebabkan depresi konduksi normal. Nonparoxysmal atrial takikardi dengan blok dihubungkan dengan keracunan digitalis.

Ketika terjadi depresi pada konduksi dan pacemaker normal, ektopik pacemaker akan mengambil alih, menghasilkan atrial takikardi dengan AV blok dan nonparoksismal otomatis AV junctional takikardi.  Memang, AV junctional blok mempunyai beberapa derajat, baik sendiri atau dengan peningkatan otomatisitas ventrikel, yang merupakan manifestasi yang biasa ditemukan pada keracunan digitalis dan terjadi pada 30-40% pasien yang diketahui mengalami keracunan digitalis. Disosiasi AV dapat terjadi karena supresi pada pacemaker dominan dengan kehilangan pacemaker atau peningkatan seharusnya pacemaker ventrikel.

Referensi

-Opie H.Lionel,Gersh,Bernard J.Drug for the Heart 7th edition.. Saunders.2009

-Panel V, James P.Medscape reference


Data dapat di download melalui Link Dibawah

data-lulus-ppds-fk Unand



PERUBAHAN ST SEGMEN PADA SINDROM KORONER AKUT

Vera Yulia, Citra Kiki Krevani ,Bobby Arfhan Anwar

Mekanisme bagaimana terjadinya deviasi ST segmen selama infark miokard akut belum diketahui pasti. Tapi diyakini bahwa kelainan tersebut dihasilkan oleh arus sistolik dan diastolic yang abnormal akibat dari sel miokardium yang injuri yang dengan segera berbatasan dengan zona infark.

Teori arus diastolik berpendapat bahwa sel miokardium yang injuri mampu untuk berdepolarisasi, akan tetapi adanya “kebocoran” terhadap ion potassium menyebabkan sel miokardium yang injuri ini tidak dapat berepolarisasi secara penuh. Karena permukaan sel-sel yang berdepolarisasi sebagian ini pada saat keadaan istirahat (diastolik) akan relatif lebih negatif dibandingkan area normal yang berepolarisasi penuh, oleh sebab itu arus listrik akan timbul diantara kedua regio ini. Arus ini diarahkan menjauh dari area iskemik yang lebih negatif, menyebabkan garis dasar pada lead EKG diregio tersebut bergeser kebawah. Karena mesin EKG hanya merekam posisi relatif dari pada voltase absolut,deviasi garis dasar kebawah tersebut tidak tampak. Pada saat depolarisasi ventrikel,setelah semua sel miokardium telah berdepolarisasi penuh (termasuk yang dizona injuri), potensial listrik sekeliling jantung benar-benar nol. Tetapi dibandingkan dengan perubahan garis dasar kearah bawah tadi maka terlihat gambaran elevasi ST segmen. Kemudian miosit berepolarisasi, sel-sel yang injuri kembali ke keadaan abnormal kebocoran ion potasium diastolik, dan EKG kembali pada garis dasar yang bergeser kebawah.

Pada infark miokard non Q-wave, depresi ST segmen lebih sering muncul dibandingkan elevasi ST segmen pada lead daerah yang infark. Pada situasi ini kebocoran potasium diastolik pada sel-sel injuri yang berbatasan dengan daerah infark menghasilkan kekuatan listrik yang arahnya dari dalam endokardium ke arah luar epikardium dan menuju kearah elektroda EKG. Akibatnya garis dasar EKG bergeser keatas. Setelah jantung depolarisasi penuh, potensial listrik jantung kembali ke nol tetapi secara relatif terhadap garis dasar yang abnormal tadi akan memberikan gambaran depresi ST segmen.

Teori arus sistolik berpendapat bahwa dalam rangka mengurangi potensial membran istirahat, kejadian injuri iskemik memperpendek durasi potensial aksi pada sel-sel yang rusak. Akibatnya sel-sel yang iskemik berepolarisasi lebih cepat dibandingkan miosit normal disekitarnya sehingga muncul voltase tinggi diantara kedua zona, yang membuat arus listrik mengarah menuju area iskemik. Voltase tinggi ini muncul selama interval ST di EKG menghasilkan elevasi ST pada lead diregio iskemik.

Beberapa penyebab perubahan ST segmen :

ST segmen elevasi :

  1. Infark miokard akut
  2. Noninfarction transmural ischemia (Prinzmetal’s variant angina)
  3. Post miocardial infarction (ventrikular aneurysm pattern)
  4. Akut perikarditis
  5. Normal variant (early repolarization pattern)
  6. Left ventrikular hyperthropy (LVH)
  7. Left bundle branch block (LBBB)
  8. Brugada pattern
  9. Hipotermia
  10. Hiperkalemia
  11. Hiperkalsemia
  12. Type Ic obat-obat antiaritmia
  13. Miokarditis
  14. Tumor pada ventrikel kiri
  15. Setelah DC kardioversi

ST segmen depresi :

  1. Non ST elevasi myocardial infarction
  2. Subendokardial iskemik
  3. Perubahan resiprokal dengan iskemik transmural akut
  4. Hipertropi ventrikel kiri atau kanan (“strain pattern”)
  5. Left or right bundle branch block
  6. Wolf-parkinson-white (WPW) pre-exitacion pattern
  7. Digitalis/digoxin
  8. Hipokalemia
  9. Kardiomiopati
  10. “Pseudo” ST depresi akibat kontak elektroda-kulit yang jelek

Referance :

  1. Lilly leonard S.Pathophysiology of Heart Disease 5th ed Baltimore, Lippincott Williams & Wilkins,2011
  2. Goldberger AL.Clinical electrocardiography : A Simplified Approach 7th ed St Louis,CV Mosby,2006
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 496 other followers